05 Oktober 2011

sistem pertandingan

2. Sistem Kompetisi
Berbeda dengan sistem gugur, sistem kompetisi memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk Baling berhadapan. Dua jenis kompetisi yang lazim dipakai ialah, kompetisi penuh dan setengah kompetisi. Dalam kompetisi penuh setiap peserta berhadapan dua kali sedangkan dalam
setengah kompetisi setiap peserta hanya berhadapan satu kali.
Sebagai contoh, jika peserta pertandingan sebanyak 10 tim, maka setiap tim akan bertanding sebanyak Sembilan kali dalam sistem setengah kompetisi. Jika dipakai sistem kompetisi penuh, setiap tim bertanding atau berhadapan dua kali sehingga pertandingan yang diikuti oleh satu tim sebanyak 18 kali.

Keuntungan sistem kompetisi sebagai berikut.
1) Peserta dapat saling berhadapan dengan lainnya.
2) Hasil pertandingan akan mencerminkan prestasi yang sesungguhnya.
3) Kegiatan pertandingan dapat dipakai sebagai kesempatan menilai kekuatan atau kelemahan peserta karena kesempatan tampil dalam jumlah yang cukup banyak.
Kelemahan sistem kompetisi sebagai berikut.
1) Dibutuhkan waktu, biaya, peralatan, dan tenaga yang relatif banyak.
2) Peserta yang lemah dapat diramalkan tidak akan mampu bersaing sehingga menjadi beban bagi penyelenggara.
Oleh karena itu, sistem kompetisi dapat dipakai jika.
1) Peserta relatif sedikit.
2) Kualitas peserta relatif seimbang.
3) Biaya, peralatan, dan petugas relatif inencukupl.
4) Pemenang atau juara yang muncul diharapkan dapat menggambarkan prestasi yang sebenarnya.
Perencanaan pertandingan dengan sistem kompetisi berawal dari berapa jumlah peserta dan seluruh pertandingan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, maka dapat memakai rumus sederhana, yaitu:
1) Bila digunakan setengah kompetisi, rumusnya:
n(n – 1)
2
2) Bila digunakan sistem kompetisi penuh, rumusnya:
j = n(n + 1)
j=jumlah pertandingan dan n = jumlah peserta pertandingan
a. Ronde Pertandingan
Dalam sistem kompetisi dikenal ronde pertandingan. Dalam sistem setengah kompetisi setiap peserta hanya sekali berhadapan dengan peserta lainnya dalam setiap ronde. Dalam sistem kompetisi penuh setiap peserta saling berhadapan sebanyak dua kali.
Sebagai contoh terdapat empat regu yang akan bertanding. Pengaturan peserta yang akan saling berhadapan dapat ditetapkan dengan teknik dua peserta 11 mengyembara" dalam pola menyilang. Perhatikan pembagian ronde berikut ini.
Ronde I Ronde II Rode III
1-2 1 –4 2-4
3 4 2 – 3 1 – 3
Contoh tersebut menunjukkan setiap peserta hanya sekah bertanding melawan peserta lainnya pada ronde ke-1, ke-2, clan kc-3. Berdasarkan jumlah pertandingan pada setiap ronde bagi setiap peserta, maka dapat diketahui:
1) jumlah pertandingan yang harus dilakukan setiap peserta.
2) jumlah ronde yang diperlUkan.
3) Kekeliruan dalam pengaturan pertandingan, seperti apakah ada peserta yang bertanding lebih dari sate kah pada setiap ronde.
b. Penentuan Lawan. Bertanding
Penentuan lawan bertanding merupakan bagian penting dari pemakaian sistem kompetisi. Untuk itu digunakan tcknik dua mengembara atau perpindahan angka dua secara menyilang dari sudut kanan atas ke sudut kiri bawah. Perhatikan Contoh berikut im, peserta pertandingan sebanyak 8 regu

c. Penentuan Lawan pada Setiap Ronde
Contoh di atas dengan jelas menunjukkan Cara mengatur pasangan peserta yang akan saling berhadapan. Pada ronde ke-1 nampak peserta nomor I berhadapan dengan nomor 2. Selanjurnya pada ronde ke-2, peserta nomor I berhadapan dengan nomor 4, nomor 3 lawan nomor 6, nomor
5 lawan nomor 8, dan nomor 2 lawan nomor 7.
d. Penentuan Pemenang
Untuk memudahkan panitia dalam menentukan pemenang, terlebih dahulu dibuat bagan hasil pertandingan yang berisi data lengkap tentang peserta, jumlah kali bertanding, jumlah menang, jumlah kalah, jumlah serf, jumlah nilai. Setiap data ditulis dalam kolom masing-masing. Perlu diperhatikan tatacara penentuan nilai yang diperoleh peserta tergantung pada peraturan cabang olahraga masing-masing.
Dalam pertandingan sepak bola misalnya, penentuan nilai sebagai berikut.
1) Menang = 3
2) Seri = 1
3) Kalah = 0
Berpedoman pada cara menetapkan nilai seperti di atas, maka memudahkan panitia dalam menghitung berapa nilai setiap peserta. Jika nilai menang 4 kali misalnya, nilainya sebesar 12, kalau peserta yang bersangkutan selalu kalah, nilainya adalah nol.
Berdasarkan jumlah nilai ditetapkan juaranya. Peserta yang memperoleh nilai terbanyak keluar sebagai juara I. Peserta yang meraih nilai lebih kecil dari nilai juara I, keluar sebagai juara 11. Begitu seterusnya, hingga diperoleh juara III dan IV, atau urutan kedudukan para peserta.
Kembali ke contoh dalam sepak bola, bagaimana cara menentukan pemenang jika beberapa peserta mempunyai nilai yang sama? Sesuai dengan peraituran pertandingan yang lazim berlaku dalam sepak bola, penentuan pemenang yang memiliki nilai yang sama berdasarkan perhitungan selisih memasukkan dan kemasukan. Karena itu dalam kolom akhir dicantumkan hasil perhitungan selisih gol. Peserta yang memiliki selisih terbesar antara gol memasukkan dan gol kemasukkan akan keluar sebagai pemenang.
Contoh dalam gambar berikut menunjukkart, juara I ialah Tim C karena memperoleh nilai 5. Tim D sebagai juru kunci karena mengumpulkan nilai terkecil. Yang keluar sebagai juara II ialah Tim B meskipun nilainya sama dengan Tim A. Apa sebabnya? Tim B memiliki selisih gol + 1, sedangkan Tim A memiliki selisih gol nol. Dengan demikian Tim A sebagai juara III dan Tim E juara IV.
Semua data yang berkenaan dengan hasil pertandingan dan lain-lain dimasukkan ke dalam kolomnya masing-masing. Karena itu, memudahkan peserta untuk membaca hasil dan kedudukan mereka dalam kompetisi itu.
Agar makin jelas penentuan pemenang, coba kits perhatikan contoh dalam kompetisi bola basket. Tata cara penentuan pemenang sebagai berikut.
1) Penilaian ditetapkan berdasarkan ketentuan, yaitu menang = 2, dan kalah = 1. Peserta yang memiliki nilai terbesar, itulah yang keluar sebagai pemenang.
2) Jika nilai kedua regu sama, maka penentuan pemenang berdasarkan hasil pertandingan kedua tim tersebut. Yang menang ditetapkan sebagai juara.
3) Bila dua tim atau lebih mempunyai nilai yang sama, maka kedudukannya ditenrukan berdasarkan go] rata-rata.
4) Bila gol rata-rata masih sama hasilnya, penentuan pemenang berdasarkan gol rata-rata dari keseluruhan pertandingan setengah kompetisi.
Rumusnya: Got rata - rata = memasukkan / kemasukkan
5) Bila masih sama hasilnya, pemenang ditentukan dengan undian.
Akan lebih jelas uraian di atas jika diperhatikan contoh berikut ini yang lengkap dengan data hasil pertandingan dalam bola basket. Peserta pertandingan 7 tim.
5) Bila masih sama hasilnya, pemenang ditentukan dengan undian.
Akan lebih jelas uraian di atas jika diperhatikan contoh berikut ini yang lengkap dengan data hasil pertandingan dalam bola basket. Peserta pertandingan 7 tim.
Berdasarkan hasil itu, diperoleh data sebagai berikut.
A menang 3 kali,kalah 3 kali
B menang 6 kah,kalah 0,
C menang 3 kali,kalah 3 kali
D menang 2 kali,kalah 4 kali
E menang 4 kali,kalah 2 kali
F menang 1 kali,kalah 5 kali
G menang 2 kali,kalah 4 kali
juara I ialah Tim B, dan juara 11 Tim E.
Karena Tim A dan C memiliki nilai sama (yakni 9), maka harus dilihat hasil pertandingan antara A dan C. Ternyata hasil pertandingan menunjukkan C menang atas A dengan skor 52 - 48. Karena itu, Tim C keluar sebagai juara III clan Tim A sebagai juara IV.




ARTIKEL TERKAIT:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
facebook